Beberapa hari lalu saya mencoba sesuatu yang sebenarnya cukup sederhana.

Membuat website.

Bukan pakai WordPress.
Bukan pakai template.
Dan bukan mulai dari file kosong.

Saya ingin tahu:
sejauh apa AI sekarang bisa membantu membuat sesuatu yang benar-benar bisa dipakai.

Saya mulai dengan Anthropic Claude.


Awalnya saya tidak berharap terlalu banyak.

Biasanya, kalau minta AI buat UI atau frontend, hasilnya "lumayan". Secara visual oke, tapi ketika dilihat lebih dalam, strukturnya sering berantakan atau sulit dikembangkan.

Tapi kali ini berbeda.

Saya minta:

  • landing page sederhana
  • tanpa framework
  • cukup HTML dan CSS
  • clean, minimal

Dan hasilnya langsung bisa dipakai.

Saya buka di browser, dan itu bukan sekadar contoh.
Itu sudah terlihat seperti website beneran.


Yang paling terasa: mudah diedit

Hal yang paling saya rasakan justru bukan di hasil awalnya.

Tapi di bagaimana hasil itu bisa diubah.

Output dari Claude:

  • HTML cukup rapi
  • struktur masuk akal
  • tidak terlalu "aneh"

Kalau kamu paham dasar HTML, kamu bisa langsung:

  • ganti teks
  • ubah layout
  • tweak spacing atau warna

Tanpa harus berurusan dengan struktur yang terlalu kompleks.

Ini penting.

Karena banyak tool modern justru membuat sesuatu yang:
terlihat canggih, tapi sulit disentuh.

Di sini justru sebaliknya.

Sederhana, tapi bisa dikontrol.


AI bukan lagi sekadar bantu nulis code

Di titik ini mulai terasa perubahannya.

Dulu, AI terasa seperti:
autocomplete yang lebih pintar.

Sekarang:
dia bisa memberikan satu "starting point" yang sudah cukup matang.

Kamu tidak lagi mulai dari nol.

Kamu mulai dari sesuatu yang sudah jadi, lalu kamu:

  • rapikan
  • sesuaikan
  • buang yang tidak perlu

Ini terasa jauh lebih cepat.


Saya coba naik level: integrasi ke Astro

Setelah HTML statisnya oke, saya ingin sedikit merapikan strukturnya.

Saya coba integrasikan ke Astro.

Tujuannya sederhana:

  • lebih modular
  • bisa dipakai ulang
  • lebih scalable kalau nanti berkembang

Saya minta Claude untuk bantu convert ke struktur Astro.

Awalnya berjalan.

Tapi ketika mulai agak kompleks, saya kena limit.

Saya pakai versi gratis, jadi tidak bisa lanjut terlalu jauh.

Di sini mulai terasa batasnya.


Saya lanjut pakai Codex

Saya pindah ke OpenAI Codex.

Saya tidak mulai ulang.

Saya lanjutkan dari apa yang sudah ada.

Dan di sini cukup menarik.

Codex:

  • memahami struktur yang sudah dibuat sebelumnya
  • melanjutkan tanpa banyak penjelasan ulang
  • membantu mengintegrasikan ke Astro dengan lebih mulus

Tidak sempurna.

Tapi cukup untuk membuat semuanya jalan.


Yang berubah bukan tools, tapi cara kerja

Dari eksperimen ini, yang paling terasa bukan "AI makin pintar".

Tapi cara kerja yang berubah.

Dulu biasanya seperti ini:

  • mulai dari kosong
  • setup project
  • tulis code
  • debug
  • ulang

Sekarang:

  • generate
  • lihat hasil
  • edit
  • lanjut

Lebih seperti iterasi daripada membangun dari nol.


Tapi tetap butuh dasar

Ini bukan berarti semuanya jadi otomatis.

Kalau kamu tidak paham:

  • HTML
  • struktur dasar web
  • cara kerja project

Kamu akan kesulitan ketika sesuatu tidak jalan.

AI membantu, tapi tidak menggantikan pemahaman.


Insight sederhana

AI tidak menggantikan developer.

AI mengubah titik awal.

Dulu kita mulai dari:
file kosong

Sekarang kita mulai dari:
draft yang sudah cukup bagus

Dan itu membuat proses jadi:

  • lebih cepat
  • lebih ringan
  • lebih fleksibel

Saya tidak merasa "coding jadi tidak perlu".

Justru sebaliknya.

Pemahaman dasar jadi lebih penting, karena sekarang kamu bekerja dengan sesuatu yang sudah ada, bukan membangun semuanya sendiri.


AI sekarang sudah cukup powerful untuk membuat website sederhana yang layak.

Bukan sempurna.

Tapi cukup untuk:

  • mulai
  • eksperimen
  • bahkan dipakai

Dan dalam banyak kasus, itu sudah cukup.


Yang menarik bukan apakah AI bisa membuat website.

Yang menarik adalah:

seberapa cepat kamu bisa mengubah ide menjadi sesuatu yang bisa dilihat.

Dan di situ, AI benar-benar terasa berbeda.